Warga Kini Pilih Investasi Emas, THR Lebaran 2026 Tak Lagi Habis untuk Konsumsi

Daftar Isi

 

Ilustrasi Pelayanan (Dok: Pegadaian)

JAKARTA, Narasionline.com - Tren penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) mengalami perubahan signifikan pada Lebaran 2026. Masyarakat kini mulai mengalihkan dana tersebut ke investasi emas, bukan sekadar untuk kebutuhan konsumtif.


PT Pegadaian mencatat terjadi lonjakan transaksi emas selama periode Ramadan hingga Lebaran tahun ini. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola keuangan masyarakat ke arah yang lebih produktif.


Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan masyarakat kini semakin sadar pentingnya investasi jangka panjang. Menurutnya, THR tidak lagi dihabiskan untuk belanja musiman, melainkan dimanfaatkan untuk menambah aset.


“Terjadi perubahan kebiasaan yang positif. Masyarakat mulai menjadikan emas sebagai strategi investasi masa depan,” ujarnya.


Pegadaian sendiri menghadirkan berbagai layanan investasi emas yang mudah diakses. Salah satunya melalui produk Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat berinvestasi mulai nominal kecil.


Selain itu, kehadiran aplikasi digital juga mendorong peningkatan transaksi. Masyarakat kini bisa membeli emas kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.


Tak hanya membeli, masyarakat juga memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas. Pegadaian mencatat peningkatan penggunaan layanan gadai, di mana nasabah memilih tidak menjual emasnya meski membutuhkan dana tunai.


Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pegadaian menghadirkan program gadai bebas bunga hingga April 2026. Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh dana tanpa harus kehilangan aset emas yang dimiliki.


Sejumlah faktor turut mendorong tren ini, mulai dari meningkatnya literasi keuangan, kemudahan akses investasi digital, hingga persepsi emas sebagai instrumen yang aman untuk menjaga nilai aset.


Dengan kondisi tersebut, Pegadaian optimistis investasi emas akan terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga, terutama setelah momentum Lebaran. (*)