Dua Kali Ditolak, Rumah Andi Panawang Akhirnya Terpilih karena Kondisi Memprihatinkan

Daftar Isi
Momen hangat saat Serda Fajrin berbincang akrab dengan seorang warga di lokasi program TMMD

SELAYAR, Narasionline.com– Proses penetapan sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar ternyata melalui seleksi yang sangat ketat. Hal ini diungkapkan oleh Babinsa Batangmata Sapo, Serda Nur Fajrin, saat meninjau pengerjaan rumah salah satu warga di Kelurahan Batangmata Sapo Selatan, Sabtu (25/4/2026).

​Serda Nur Fajrin membeberkan bahwa rumah milik Andi Panawang (58) bukanlah usulan pertama. Sebelumnya, terdapat dua rumah warga lain yang diajukan untuk mendapatkan bantuan rehab, namun ditolak oleh Dansatgas TMMD 128, Letkol Czi Yudo Harianto, karena dinilai belum memenuhi kriteria prioritas.

“Ada dua rumah yang saya ajukan sebelumnya, tapi belum memenuhi syarat. Rumah Pak Panawang ini yang ketiga, dan akhirnya dinilai layak untuk direhab,” ujar Fajrin, Sabtu.

​Kondisi keluarga Andi Panawang memang mengundang simpati. Di usia senjanya, Panawang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan hasil kebun kecil. Kondisi fisiknya pun mulai menurun; ia sering dikabarkan jatuh tiba-tiba saat sedang beraktivitas namun tetap memaksakan diri bekerja demi menyambung hidup.

​Ketangguhan juga ditunjukkan sang istri, Nurhaedah (56). Demi menambah dapur agar tetap mengepul, ia bekerja mengupas biji kenari dengan upah yang sangat minim, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari.

“Kadang beliau jatuh di jalan tanpa sadar. Baru tahu setelah bangun dari tanah. Tapi tetap memaksakan diri bekerja,” tutur Fajrin. 

​Selain faktor ekonomi, faktor keselamatan menjadi alasan utama rumah panggung kayu ini menjadi prioritas. Serda Fajrin menceritakan betapa bahayanya kondisi bangunan tersebut sebelum disentuh program TMMD.

​“Ibu Nurhaedah pernah beberapa kali jatuh dari dapur karena papan sudah lapuk. Jaraknya bisa sampai dua meter ke tanah,” ungkapnya prihatin. 

​Melihat fakta di lapangan tersebut, personel TNI bersama masyarakat setempat kini bahu-membahu melakukan renovasi total, khususnya pada bagian serambi dan dapur yang menjadi titik paling rawan.

​Program TMMD 128 ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata bagi warga yang berada dalam garis kemiskinan ekstrem. Kini, Andi Panawang dan Nurhaedah tak lama lagi dapat mendiami rumah yang lebih kokoh, tanpa perlu khawatir lagi akan lantai yang rapuh atau atap yang lapuk. (Sitti Nur Jannah) 

Posting Komentar