Menembus Jalur Terisolasi: TMMD Bangun Urat Nadi Sepanjang 3,3 Km di Batangmata Sapo
SELAYAR, Narasionline.com– Wajah perkebunan di Kelurahan Batangmata Sapo kini tengah berubah. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), sebuah proyek prestisius berupa perintisan jalan tani sepanjang 3.350 meter sedang dikerjakan secara intensif untuk memutus rantai isolasi akses yang selama ini mencekik produktivitas petani lokal.
Bukan sekadar jalan setapak, jalur yang dirintis ini memiliki lebar 5 meter, sebuah spesifikasi yang memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi berskala besar di masa depan.
Selama puluhan tahun, tantangan utama petani di Batangmata Sapo adalah medan yang berat. Ketiadaan akses jalan yang layak membuat proses pengangkutan hasil panen menjadi sangat lambat dan menguras biaya. Namun, melalui sentuhan TMMD, hambatan fisik tersebut kini diratakan.
Di lokasi pembangunan, sinergi antara alat berat dan tenaga manusia dari prajurit TNI bersama warga menciptakan pemandangan yang masif. Tanah-tanah yang dulunya berupa semak belukar dan perbukitan, kini mulai membentuk koridor jalan yang tertata.
“Kami sangat bersyukur karena pembangunan jalan tani ini sudah dalam tahap pengerjaan melalui TMMD. Ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya para petani, dalam meningkatkan akses dan aktivitas ekonomi,” ujar Lurah Batangmata Sapo, Achmad Nasrun, SE.
Pembangunan jalan sepanjang 3,3 kilometer ini direncanakan secara strategis untuk menghubungkan area perkebunan inti dengan jalur distribusi utama.
Dengan panjang Lintasan 3.350 Meter (3,3 Km) serta lebar Jalan 5 Meter (Memungkinkan akses kendaraan roda empat). Utamanya untuk kelancaran distribusi cengkeh, kelapa, dan hasil tani unggulan lainnya.
Dandim 1415/Kepulauan Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., menegaskan bahwa kualitas pengerjaan jalan ini menjadi prioritas utama.
“TMMD bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan kesejahteraan masyarakat. Jalan tani ini diharapkan menjadi akses produktif yang mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” tegasnya.
Pengerjaan jalan yang terus dikebut ini menjadi simbol harapan baru. Dengan terbukanya jalur sepanjang 3,3 km tersebut, biaya logistik petani diprediksi akan menurun drastis, sementara nilai jual komoditas akan meningkat karena kemudahan akses pasar.
Perintisan jalan di Batangmata Sapo ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur pedesaan adalah kunci utama dalam membuka gerbang kesejahteraan bagi masyarakat pelosok. TMMD tidak hanya membangun jalan di atas tanah, tetapi juga membangun jalan menuju masa depan yang lebih makmur. (W/Sitti Nur Jannah)

Posting Komentar