Berteduh karena Hujan, Dansatgas Malah Temukan Lansia yang Terbaring Sakit

Daftar Isi

Kondisi Nenek Dembu (Photo:Istimewa) 

Narasionline.com, SELAYAR— Tugas rutin meninjau medan terkadang menyimpan cerita kemanusiaan yang tak terduga. Hal inilah yang dialami oleh Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., saat melakukan pemantauan kesiapan sasaran fisik di wilayah Kelurahan Batangmata Sapo pada Kamis pagi (15/5). Siapa sangka, perjalanan yang dimulai dengan deru motor dinas di jalur setapak itu justru berujung pada sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh hati.

​Awalnya, Letkol Yudo bersama rombongan terbatas bergerak menuju Lapangan Sepak Bola Sukadin untuk mengecek kondisi venue yang akan digunakan pada upacara penutupan TMMD. Namun, di tengah diskusi serius mengenai teknis penanganan genangan air di area lapangan, langit tiba-tiba menumpahkan hujan deras. Situasi ini memaksa rombongan untuk mencari perlindungan di bawah kolong rumah panggung milik Ibu Balak Daeng, seorang warga yang tinggal tepat di sebelah barat lapangan.

​Keramahtamahan warga Selayar terpancar ketika Ibu Balak Daeng melihat rombongan TNI tersebut berteduh. Ia segera mengajak mereka naik dan beristirahat di ruang tamunya. Dalam suasana santai dan penuh kehangatan di atas rumah panggung tersebut, sebuah cerita pilu perlahan terungkap. Ibu Balak Daeng mengabarkan bahwa di dalam rumah itu, sang ibu yang bernama Nenek Dembu sedang berjuang melawan sakit yang telah menderanya selama lebih dari tiga bulan hingga membuat kedua kakinya membengkak dan tak mampu lagi berjalan.

​Mendengar kondisi lansia berusia 91 tahun tersebut, Letkol Yudo segera beranjak untuk melihat langsung keadaan Nenek Dembu. Rasa iba menyelimuti ruangan saat Dansatgas menyaksikan kondisi sang nenek yang hanya bisa terbaring lemah. Tanpa keraguan, ia langsung menawarkan bantuan untuk mengevakuasi Nenek Dembu ke RSKH Hayyung guna mendapatkan pemeriksaan medis yang lebih intensif, dengan jaminan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh sang Letkol.

​Baginya, pertemuan yang tidak disengaja ini adalah sebuah garis takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Letkol Yudo meyakini bahwa hujan yang turun saat itu adalah jalan bagi mereka untuk dipertemukan dengan keluarga yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan penuh ketulusan, beliau berharap niat baik ini dapat menjadi awal kesembuhan bagi Nenek Dembu, sehingga sang lansia bisa kembali sehat dan menjalani aktivitas di masa tuanya dengan lebih nyaman. (SNJ) 

Posting Komentar