Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Tipiter di Bantaeng: Skema “Jaminan Keamanan” Diduga Seret Praktik Kesehatan

Daftar Isi

 


Bantaeng — Dugaan praktik pemerasan yang melibatkan oknum aparat penegak hukum di Kabupaten Bantaeng kian menguat. Seorang oknum yang disebut menjabat sebagai Kanit Tipiter Polres Bantaeng diduga menjalankan skema penarikan uang terhadap sejumlah tempat praktik kesehatan dengan dalih “jaminan keamanan”. (02/05/2026)

Hasil penelusuran dari berbagai sumber menyebutkan, sedikitnya 10 tempat praktik kesehatan diduga telah dimintai setoran dengan nominal sekitar Rp10 juta per lokasi. Pola yang terungkap mengindikasikan adanya praktik yang tidak berdiri sendiri, melainkan berlangsung secara terstruktur dan berulang.

Seorang sumber bernama Hengki, yang mengaku berperan sebagai pihak yang dapat mengkonsolidasikan komunikasi antara kedua belah pihak, mengungkapkan bahwa mekanisme permintaan dana tersebut diduga telah berjalan dengan pola tertentu. Ia menyebut adanya upaya membangun kesepahaman agar pengelola praktik mengikuti skema yang ditawarkan guna menghindari potensi persoalan hukum.

Situasi ini memunculkan tekanan terselubung di kalangan tenaga kesehatan. Sejumlah pihak mengaku berada dalam posisi dilematis: memenuhi permintaan tersebut demi kelancaran operasional, atau menghadapi risiko pemeriksaan dan hambatan administratif.

Di sisi lain, muncul pula informasi yang menyeret salah satu tempat praktik yang disebut memiliki keterkaitan dengan pejabat strategis di sektor kesehatan daerah, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng. Namun hingga kini, belum terdapat bukti konkret maupun pernyataan resmi yang dapat mengonfirmasi keterlibatan pihak tersebut dalam pusaran dugaan ini.

Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut tidak hanya berpotensi masuk dalam ranah pidana, tetapi juga menjadi preseden buruk bagi integritas institusi penegak hukum. Lebih jauh, kondisi ini berisiko mengganggu layanan kesehatan masyarakat, karena tenaga medis bekerja di bawah bayang-bayang tekanan non-medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bantaeng belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan yang beredar. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan, termasuk kepada pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Publik kini menanti langkah konkret dan transparan dari aparat berwenang untuk mengusut tuntas dugaan ini, sekaligus memastikan bahwa penegakan hukum tidak justru menjadi alat tekanan terhadap masyarakat. Bantaeng Berisik

Posting Komentar