Lalui Jalur Laut, Satgas TMMD 128 Selayar Gunakan Perahu Jolloro Demi Bangun Rumah Warga

Daftar Isi

Potret bahan yang di angkut menggunakan perahu joloro (Photo: Istimewa) 

SELAYAR, Narasionline.com—Keterbatasan akses darat tidak menjadi penghalang bagi Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 untuk menuntaskan misi kemanusiaan di Kepulauan Selayar. Demi mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kahu-Kahu, personel TNI terpaksa menembus jalur laut dengan mengerahkan armada tradisional berupa perahu Jolloro dan Katinting.

​Proses distribusi material bangunan ini dilakukan secara bertahap dengan titik keberangkatan dari Dermaga TPI Bonehalang. Bahan-bahan penting seperti kayu, seng, hingga semen dimuat ke atas perahu tradisional untuk kemudian menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 30 menit. Meski harus berhadapan dengan kondisi gelombang dan cuaca yang tidak menentu, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat lokal tetap terlihat kental saat bahu-membahu menaikkan material ke atas perahu.

​Komandan Satgas TMMD ke-128, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., mengungkapkan bahwa penggunaan transportasi laut merupakan solusi paling logis dan efektif untuk menjangkau lokasi sasaran yang memiliki hambatan geografis. Menurutnya, pemanfaatan kearifan lokal seperti perahu Jolloro adalah bentuk adaptasi nyata agar program pembangunan tidak terkendala oleh sulitnya medan darat di wilayah kepulauan.

“Dengan memanfaatkan perahu jolloro/katinting, distribusi material tetap dapat berjalan lancar. Ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi geografis wilayah kepulauan,” ujarnya (4/5). 

​Langkah taktis ini diambil agar pengerjaan RTLH dapat selesai tepat waktu. Letkol Czi Yudo Harianto menekankan bahwa kelancaran distribusi material adalah kunci utama agar warga segera bisa menikmati hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Kepulauan Selayar.

​Lebih dari sekadar pembangunan fisik, aksi menerjang ombak dengan perahu tradisional ini menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan pemerintah daerah ini terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal dan kepulauan, guna memastikan pemerataan kesejahteraan hingga ke ujung wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. (Sitti Nur Jannah) 

Posting Komentar