Sinergi di Balas Saji: Kisah Ibu Martati, 'Jantung' Konsumsi Satgas TMMD 128 Selayar
![]() |
| Ibu Martati menyiapkan makanan untuk 97 personel Satgas TMMD yang terdiri dari unsur TNI dan Polri |
SELAYAR, Narasionline.com—Kesuksesan pembangunan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar di Kelurahan Batangmata Sapo tak lepas dari kepulunan asap dapur. Di balik deru mesin dan keringat personel di lapangan, ada sosok Ibu Martati (52), yang memastikan energi para pejuang pembangunan tetap terjaga.
Setiap harinya, rumah Ibu Martati bertransformasi menjadi markas dapur umum. Tidak sendirian, ia memimpin tim yang terdiri dari dua juru masak dan lima warga setempat untuk menjamu sekitar 97 personel Satgas TMMD yang terdiri dari unsur TNI dan Polri.
Ritme kerja Ibu Martati dimulai saat sebagian besar warga masih terlelap. Tepat pukul 03.00 WITA, aktivitas di dapurnya sudah mendidih. Persiapan sarapan harus tuntas sebelum fajar menyingsing agar para personel bisa memulai kerja tepat waktu.
Estafet pekerjaan ini terus berlanjut tanpa jeda panjang:
Subuh: Pengolahan sarapan pagi.
Pagi - Siang: Persiapan dan penyajian makan siang.
Sore - Malam: Pengolahan santap malam untuk memulihkan stamina personel.
Kelancaran operasional ini didukung penuh oleh Serda Hari Sugiman, yang secara rutin memasok bahan makanan segar langsung ke dapur Ibu Martati.
Bagi Ibu Martati, rutinitas yang melelahkan ini bukanlah beban, melainkan sebuah kehormatan. Ia merasa menjadi bagian langsung dari kemajuan kelurahannya.
“Kami sangat senang bisa ikut membantu kegiatan TMMD ini. Saya merasa bangga karena rumah saya bisa menjadi tempat makan bagi bapak-bapak TNI dan Polri yang sedang bekerja membangun desa kami,” ungkap Ibu Martati dengan penuh semangat, Sabtu (2/5).
Dapur umum ini menjadi simbol nyata bahwa TMMD bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan ruang mempererat silaturahmi. Di meja makan rumah Ibu Martati, sekat antara aparat dan rakyat melebur dalam kebersamaan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan Ibu Martati dan timnya membuktikan bahwa kontribusi sekecil apa pun di dapur memiliki dampak besar bagi keberhasilan pembangunan desa secara keseluruhan. (W/Sitti Nur Jannah)

Posting Komentar